Datuk Hitam namanya. Ia adalah pemimpin Kampung Sebrang yang sangat disegani serta ditakuti oleh kumpulan bajak laut.
Reu harus membacakan dongeng di depan kelas minggu depan. Sayangnya dia pemalu. Suaranya terdengar pelan saat dia malu.
Menyiapkan belak selalu ditunggu Dina setiap hari. Bersama Ibu membuat bekal jadi menyenangkan. Tapi, hari ini Ibu sakit! Dina belum pernah menyiapkan bekalnya sendirian. Apa yang harus Dina lakukan?
Ole menemukan lubang-lubang di jalan aspal ketika dia sedang bersepeda. Bukan Ole namanya, kalau itu tidak menggelitik rasa penasaran dan keisengannya! Apa, ya, yang akan Ole lakukan dengan lubang-lubang itu?
Mila punya hobi baru, melakukan surat menyurat dengan sahabat pena. Wuri dan Adinda, kedua teman baik Mila, jadi ingin berkirim surat juga. Akan tetapi, Adinda adalah seorang tunanetra. Adinda tidak bisa membaca dan menulis.
Nara ingin sekali bisa memiliki telok abang, yang ada hanya pada saat perayaan ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Apakah telok abang itu? Mengapa Nara ingin sekali memilikinya?
Kak Alena mengajak Danum pergi ke hutan. Mereka akan mencari tanaman kantong semar. Ibu akan membuat kue tradisional yang istimewa. Meski perjalanan tidak mudah, mareka berhasil menemukannya. Namun, Danum melihat keanehan di dalam isi kantong semaranya. Kita-kira apa isi tanaman kantong semar itu?
Apakah di daerah kalian ada musik tradisional? Apa namanya? Di daerah Seno juga ada, lo. Namanya gamelan. Oh ya, SEno berasal dari Jawa Tengah. Gamelan terdiri dari seperangkat alat musik. Salah satunya disebut gong.
Aku tidak sabar mengikuti lomba mewarnai. Aku ingin namaku disebut saat pengumuman pemenang. Tentu saja, itu semua tidaklah mudah. Apalagi jika aku tidak sengaja membawa krayon yang salah. Celaka! Bisa-bisanya warnanya tertukar! Apakah aku akan berhasil membawa pulang piala?