Suli membuat tiga celengan. Salah satunya untuk sebuah rencana rahasia. Dia berencana menabung sisa uang sakunya setiap hari. Namun, beberapa kali Suli tidak menabung. Ada saja yang dibelinya. Lalu bagaimana dengan rencana rahasia Suli?
Dudung mengikuti perlombaan balap karung di lingkungan tempat tinggalnya. Dia belum pernah mengikuti perlombaan balap karung sebelumnya. Dudung khawatir tidak bisa mencapai garis finis. Apalagi di pertengahan lomba dia sempat jatuh.
Nino mematahkan tongkat jalan Roni. Duh, bagaimana ini? Nino harus bertanggungjawab. Namun, Nino tidak tahu bagaimana caranya. Apa yang harus dilakukan Nino untuk mengganti tongkat jalan yang mahal itu?
Aku sangat suka bermain sepeda dengan teman-teman yang tinggal di satu kompleks. Suatu sore aku dan teman-teman bertemu dengan tetangga baru yang bernama Lili. Kami mengajak Lili bermain sepeda bersama kami. Namun, dia sangat lambat sehingga tertinggal jauh!
Menyiapkan belak selalu ditunggu Dina setiap hari. Bersama Ibu membuat bekal jadi menyenangkan. Tapi, hari ini Ibu sakit! Dina belum pernah menyiapkan bekalnya sendirian. Apa yang harus Dina lakukan?
Dalana sangat menyukai balet. Pada resital kali ini, ia akan memerankan Odette, Swan Lake. Semua orang terlihat bahagia mendengarnya, kecuali Amalia. Jangan sampai terjatuh!
Jaka mengajak Bagas bermain upih. Saat melakukan suit, Bagas menang. Bagas akan naik upih terlebih dahulu. Jaka berusaha menariknya. Ternyata berat sekali. Upih tidak bergerak.
Dika menemukan kotak merah di bangku taman. Hanya sebuah pita berwarna merah yang menjadi petunjuknya. Dika berusaha mencari tahu siapa pemilik kotak merah itu. Dika bertanya kepada Kadek, Inong, dan juga Bleha. Apakah Dika dan teman-temannya bisa menemukan siapa pemilik kotak merah itu?
Ole menemukan lubang-lubang di jalan aspal ketika dia sedang bersepeda. Bukan Ole namanya, kalau itu tidak menggelitik rasa penasaran dan keisengannya! Apa, ya, yang akan Ole lakukan dengan lubang-lubang itu?
Mila punya hobi baru, melakukan surat menyurat dengan sahabat pena. Wuri dan Adinda, kedua teman baik Mila, jadi ingin berkirim surat juga. Akan tetapi, Adinda adalah seorang tunanetra. Adinda tidak bisa membaca dan menulis.